Kelompok Inklusi Mata Hati desa Oesena hari ini mengikuti kegiatan Workshop yang diadakan oleh MATAHATI, Workshop mengenai pembuatan pakan ternak fermentasi untuk sapi dan babi merupakan langkah strategis dalam mitigasi risiko ekonomi dan dampak perubahan iklim bagi peternak. Di tengah ancaman krisis iklim dan pangan, terutama dampak El Nino 2026-2027, pakan fermentasi menawarkan solusi ketersediaan pakan yang tahan lama dan ekonomis.
I. Konteks Kebencanaan & Perubahan Iklim (2026)
- Ancaman Krisis: Perubahan iklim meningkatkan frekuensi kekeringan, mengurangi produktivitas hijauan, dan mengganggu stabilitas ekonomi makro.
- Pakan Darurat: Pakan fermentasi menjadi solusi saat musim kemarau panjang atau bencana alam di mana hijauan segar sulit didapatkan.
- Efisiensi Ekonomi: Fermentasi bahan lokal menurunkan ketergantungan pada pakan pabrikan yang mahal, meningkatkan pendapatan peternak, dan meningkatkan nilai gizi pakan.
- Pemberdayaan Ekonomi: Membantu peternak mandiri pakan dengan memanfaatkan limbah pertanian/perkebunan lokal.
- Ketahanan Pangan: Mewujudkan cadangan pakan (bank pakan) untuk mengantisipasi kekurangan pakan saat bencana.
- Manajemen Risiko: Mengurangi stres ternak, meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit.
III. Keunggulan Pakan Fermentasi
- Daya Simpan Tinggi: Tahan lama, aman digunakan saat darurat.
- Nutrisi Lebih Tinggi: Fermentasi meningkatkan protein dan meningkatkan daya cerna.
- Ramah Lingkungan: Mengolah limbah pertanian dan mengurangi bau kotoran.