Artikel

Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: W ujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat OESENA,

13 Mei 2026 21:11:18  Administrator  5 Kali Dibaca  Berita Desa Oesena

OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu
Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
(MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh
perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja
yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan
ini menandai awal pelaksanaan program MBKM skema desa binaan yang
mewadahi dua jalur partisipasi mahasiswa, yaitu skema pengabdian kepada
masyarakat dan skema penelitian ilmiah.
Program MBKM skema desa binaan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengimplementasikan pengetahuan akademik yang telah diperoleh
mahasiswa di bangku perkuliahan ke dalam konteks kehidupan masyarakat
secara nyata. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan
pengalaman belajar langsung di lapangan, memperluas wawasan
mahasiswa terkait tata kelola pemerintahan desa, serta memberikan
kontribusi konkret kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan masyarakat
Desa Oesena. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu
memperkuat sinergi antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah desa
sebagai unit terkecil dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Bertempat di aula Kantor Desa Oesena, kegiatan ini diawali dengan apel pagi
di halaman depan kantor desa sebagai simbol kedisiplinan dan kesiapan
mahasiswa dalam menjalankan tugas di lapangan. Setelah apel, seluruh
peserta diarahkan masuk ke ruang aula untuk mengikuti rangkaian acara
resmi penerimaan. Desa Oesena dipilih sebagai lokasi desa binaan dalam
program ini sebagai bagian dari upaya institusi pendidikan untuk
mendekatkan mahasiswa pada dinamika pemerintahan desa secara
langsung.
Kegiatan ini dihadiri oleh dua Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari
Program Studi Ilmu Pemerintahan, yaitu Ibu Yohana Fransiska Medho, S.I.P.,
M.I.P. dan Bapak Bruno Rey Sonby Pantola, S.I.P., M.I.P., yang turut hadir
mendampingi dan membimbing mahasiswa selama masa penugasan di
desa. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Oesena
beserta jajaran perangkat desa. Seluruh mahasiswa MBKM, baik yang
mengikuti skema pengabdian maupun skema penelitian, turut berpartisipasi
aktif dalam kegiatan ini.
Rangkaian acara penerimaan dibuka dengan sesi perkenalan yang dipandu
oleh para Dosen Pendamping Lapangan, diikuti dengan perkenalan dari
Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh mahasiswa MBKM yang hadir.
Sesi perkenalan ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi awal antara
mahasiswa dan pemangku kepentingan desa guna membangun relasi kerja
yang kondusif dan kolaboratif. Setelah sesi perkenalan berlangsung dengan
lancar, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kelompok dan
individu oleh mahasiswa yang mengikuti skema pengabdian.
Dalam sesi sambutan, Dosen Pendamping Lapangan, Yohana Fransiska
Medho, S.I.P., M.I.P., menyampaikan harapannya agar kehadiran
mahasiswa di desa tidak hanya bersifat satu arah. Ia menegaskan bahwa
“ kehadiran mahasiswa di sini bukan hanya mengabdi kepada masyarakat,
tetapi juga belajar dengan masyarakat karena kami percaya bahwa bapak/
ibu mempunyai pengalaman banyak dan mampu membimbing mereka
selayaknya anak sendiri dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan ke
depan.”
Sambutan hangat juga datang dari Kepala Desa Oesena, Nelson F. Boymau,
yang menyatakan kesiapan pihak desa untuk berkolaborasi dengan para
mahasiswa. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjawab kebutuhan
nyata yang selama ini dirasakan oleh pemerintah desa. “ Kedatangan adikadik
mahasiswa diharapkan mampu membantu kami dalam pelayanan
kepada masyarakat. Kami masih banyak kekurangan, masih ada perangkat
desa yang belum menguasai perangkat lunak, dan dengan kehadiran adikadik
mahasiswa, kami berharap dapat memperoleh pelatihan yang
dibutuhkan, ” ujar Nelson.
Setelah seluruh rangkaian sesi sambutan dan pemaparan program kerja
selesai dilaksanakan, kegiatan penerimaan mahasiswa MBKM di Desa
Oesena ditutup dengan sesi dokumentasi berupa foto bersama yang
melibatkan seluruh mahasiswa, Dosen Pendamping Lapangan, Kepala Desa,
dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal yang kuat
bagi mahasiswa dalam menjalankan seluruh rangkaian program MBKM
secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak
nyata bagi masyarakat Desa Oesena.OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu
Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
(MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh
perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja
yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan
ini menandai awal pelaksanaan program MBKM skema desa binaan yang
mewadahi dua jalur partisipasi mahasiswa, yaitu skema pengabdian kepada
masyarakat dan skema penelitian ilmiah.
Program MBKM skema desa binaan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk
mengimplementasikan pengetahuan akademik yang telah diperoleh
mahasiswa di bangku perkuliahan ke dalam konteks kehidupan masyarakat
secara nyata. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan
pengalaman belajar langsung di lapangan, memperluas wawasan
mahasiswa terkait tata kelola pemerintahan desa, serta memberikan
kontribusi konkret kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan masyarakat
Desa Oesena. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu
memperkuat sinergi antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah desa
sebagai unit terkecil dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Bertempat di aula Kantor Desa Oesena, kegiatan ini diawali dengan apel pagi
di halaman depan kantor desa sebagai simbol kedisiplinan dan kesiapan
mahasiswa dalam menjalankan tugas di lapangan. Setelah apel, seluruh
peserta diarahkan masuk ke ruang aula untuk mengikuti rangkaian acara
resmi penerimaan. Desa Oesena dipilih sebagai lokasi desa binaan dalam
program ini sebagai bagian dari upaya institusi pendidikan untuk
mendekatkan mahasiswa pada dinamika pemerintahan desa secara
langsung.
Kegiatan ini dihadiri oleh dua Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari
Program Studi Ilmu Pemerintahan, yaitu Ibu Yohana Fransiska Medho, S.I.P.,
M.I.P. dan Bapak Bruno Rey Sonby Pantola, S.I.P., M.I.P., yang turut hadir
mendampingi dan membimbing mahasiswa selama masa penugasan di
desa. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Oesena
beserta jajaran perangkat desa. Seluruh mahasiswa MBKM, baik yang
mengikuti skema pengabdian maupun skema penelitian, turut berpartisipasi
aktif dalam kegiatan ini.
Rangkaian acara penerimaan dibuka dengan sesi perkenalan yang dipandu
oleh para Dosen Pendamping Lapangan, diikuti dengan perkenalan dari
Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh mahasiswa MBKM yang hadir.
Sesi perkenalan ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi awal antara
mahasiswa dan pemangku kepentingan desa guna membangun relasi kerja
yang kondusif dan kolaboratif. Setelah sesi perkenalan berlangsung dengan
lancar, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kelompok dan
individu oleh mahasiswa yang mengikuti skema pengabdian.
Dalam sesi sambutan, Dosen Pendamping Lapangan, Yohana Fransiska
Medho, S.I.P., M.I.P., menyampaikan harapannya agar kehadiran
mahasiswa di desa tidak hanya bersifat satu arah. Ia menegaskan bahwa
“ kehadiran mahasiswa di sini bukan hanya mengabdi kepada masyarakat,
tetapi juga belajar dengan masyarakat karena kami percaya bahwa bapak/
ibu mempunyai pengalaman banyak dan mampu membimbing mereka
selayaknya anak sendiri dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan ke
depan.”
Sambutan hangat juga datang dari Kepala Desa Oesena, Nelson F. Boymau,
yang menyatakan kesiapan pihak desa untuk berkolaborasi dengan para
mahasiswa. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjawab kebutuhan
nyata yang selama ini dirasakan oleh pemerintah desa. “ Kedatangan adikadik
mahasiswa diharapkan mampu membantu kami dalam pelayanan
kepada masyarakat. Kami masih banyak kekurangan, masih ada perangkat
desa yang belum menguasai perangkat lunak, dan dengan kehadiran adikadik
mahasiswa, kami berharap dapat memperoleh pelatihan yang
dibutuhkan, ” ujar Nelson.
Setelah seluruh rangkaian sesi sambutan dan pemaparan program kerja
selesai dilaksanakan, kegiatan penerimaan mahasiswa MBKM di Desa
Oesena ditutup dengan sesi dokumentasi berupa foto bersama yang
melibatkan seluruh mahasiswa, Dosen Pendamping Lapangan, Kepala Desa,
dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal yang kuat
bagi mahasiswa dalam menjalankan seluruh rangkaian program MBKM
secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak
nyata bagi masyarakat Desa Oesena.

Unduh Lampiran:
Siaran_Pers_MBKM_Desa_Oesena_Final.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

Belum ada agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa Oesena

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : RT 12, RW 006 Dusun III Oeboen,Desa Oesena
Desa : Oesena
Kecamatan : Amarasi
Kabupaten : Kupang
Kodepos : 85367
Telepon : 085239934970
Email :

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:30
    Kemarin:309
    Total Pengunjung:99.338
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.216.201
    Browser:Mozilla 5.0